Tasawuf : Jaga Lisan (PART 2)



Baca dulu Part 1 untuk yang belum baca.
Baca Part 1 Klik Di Sini
 
Jaga Lisan (PART 2)
 
 
5. Berbicara Dibuat-buat
 
Rasulullah bersabda :
 
 
ان ابغضكم الى الله وابعدكم مني مجلسا الثرثارون المتفيهقون المتشدقون
 
Artinya : "Seorang yang dibenci Allah dan seorang yang jauh denganku. Majelisnya adalah seorang yang suka menirukan pembicaraan orang lain dan mempersulit pembicaraan, sehingga sulit dimengerti orang lain pembicaraaannya diperbuat-buat" (HR Ahmad no 17732)
 
Dalam Hadist lain, Baginda Nabi Muhammad SAW bersabda :
"Akan binasa orang yang selalu mempersulit pembicaraannya, sehingga sulit dimengerti oleh orang lain (HR. Muslim No 2670)
 
6. Berkata Keji Mencaci dan berkata Kotor
 
  Rasulullah bersabda mengenai hal ini :
اياكم والفحش فان الله تعالى لا يحب لفحش ولا التفحش
Artinya "Janganlah kalian berkata keji, Karena Allah tidak senang ucapan yang keji maupun perbuatan yang keji." (HR. An Nasai 11583)
 
Bahkan kepada musuh sekalipun, Rasulullah melarang sahabat mencaci maki orang kafir yang mati pada saat Perang Badar, sebagaimana disebutkan dalam sabda Nabi Muhammad :
   لا تسبوا هؤلاء فانه لا يخلص اليهم شيء مما تقولون وتؤذون الاحياء ان البذاء لؤم
 
Artinya "Janganlah engkau mencaci maki mereka yagn telah mati, karena caci makimu tidak berguna bagi mereka sedikitpun, namun caci makimu menyebabkan sakit hatinya orang-orang yang masih hidup. Sesungguhnya tutur kata yang buruk merupakan perbuatan yang tidak terpuji. 
 
Juga sabda Nabi Muhammad SAW :
ليس المؤمن بالطعان ولا اللعان الفاحش ولا البذيء
 
Artinya "Bukanlah seorang mukmin orang yang suka mencaci maki, bukan yang mengutuk, bukan yang suka berkata keji dan bukan yang suka menyakitkan hati orang lain." (HR. Attirmidzi 1977)
 
Jabir bin Samurah berkata bahwa Rasulullah bersabda :
 
  ان الفحش والتفاحش ليسا من الاسلام في شيء وان احسن الناس اسلاما احاسنهم اخلاقا
Artinya : "Perkataan dan perbuatan keji tidak terkait dengan agama islam sedikitpun. Sesungguhnya seoarng yang sempurna keislamannya adalah orang yang paling baik akhlaknya." (HR. Ahmad 20943)
 
Batas untuk tutur kata keji adalah ungkapan yang tidak disenangi orang dengan perkataan yang terang. Orang baik selalu menghindari tutur kata yang keji, tetapi mereka hanya mengisyaratkan dengan berbagai isyarat. Sayyidina Ibnu Abbas RA berkata : "Sesungguhnya Allah Maha Pemalu, Maha Dermawan, Dia suka memaafkan da suka memberi kata-kata yang halus seperti ia menyebutkan persetubuhan, dengan menyentuh. Maka seorang mukmin harus pandai memilih kata yang kotor dengan bahasa yang lebih halus dirasakan dan didengar orang lain.
 
Seorang arab Badui pernah datang kepada Rasulullah SAW kemudian berkata : "Yaa Rasulullah, berikanlah nasehat kepadaku!"
 
Nabi SAW bersabda :"Hendaknya engkau selalu bertakwa kepada Allah. Jika engkau dicaci maki oleh orang lain yang telah mengetahui keburukanmu, maka janganlah engkau membalasnya, karena ucapannya akan menimpa dirinya sendiri dan engkau akan mendapatkan pahalanya. Pokoknya janganlah engkau mencaci segala sesuatu." (HR Abu Dawud 4084).
 
 
Baginda Nabi Muhammad SAW bersabda :
 
سباب المسلم فسوق وقتاله كفر 

Artinya : "Mencaci seorang muslim termasuk perbuatan fasik, sedangkan membunuhnya termasuk perbuatan kafir." (HR. Bukhari No 48)
 
7. Mengutuk
 
Seorang tidak boleh mengutuk binatang atau benda adat atau manusia. Dalam hal ini, Baginda Nabi SAW bersabda:
 
ليس المؤمن بالعان
Artinya "Seorang mukmin yang sempurna imannya tidak akan melakukan suka mengutuk." (HR At Tirmidzi 2019)
 
Sahabat Hudzaifah Ibn Yaman RA Berkata : "Tidaklah seorang mengutuk sekelompok orang, kecuali kutukan itu akan menimpa dirinya sendiri".
 
Baginda Rasulullah SAW bersabda :
ان العانين لا يكونون شفعاء ولا شهداء يوم القيا مة
 
Artinya : "Orang yang suka mengutuk, maka tidak ada syafaat baginya dan tidak ada kesaksian baginya pada hak kiamat." (HR. Muslim no 2598)
 
Adakalany kutukan ditujukan kepada orang yang kafir, Ahli bid'ah dan kepada seorang yang suka berbuat fasik, tentang hal ini ada 3 masalah:
 
Pertama, Ada yang mengutuk bersifat umum, seperti ucapan : "Semoga Allah Mengutuk orang-orang kafir dan Ahli bid'ah dan orang-orang fasik."
Kedua, Ada yang mengutuk dengan menyebutkan salah satu sifat dari orang yang terkutuk. Misal menyebut kaum Yahudi, Nashrani, Majusyi, Khawarij, Syiah, atau pemakan Riba dll.
Mengutuk mereka dibolehkan tanpa menyebutkan sifat-sifatnya, karena itu tidak baik jika terdengar untuk orang awam.
Ketiga, ada yang mengutuk orang tertentu, karena kutukan itu akan berbahaya, seperti mengetuk Firaun atau Abu Jahal atau Kafir yang lain yang ada dasarnya dalam Al Quran, maka hal itu dibolehkan. Tetapi yang tidak ada dasarnya, kita tidak boleh mengutuk orang yang telah meninggal, meskipun mati dalam keadaan tidak Islam. 
 
 
Bersambung......PART 3