Bahagia Mendidik Anak Perempuan




( Oleh : Savitry Indrawardhany, Bunda Bidadari )

Bismillaahirrahmaanirrahiim

Ketika Allah menakdirkan kita menjadi ibu dari anak-anak kita, ada hal penting yang perlu kita cermati. Perbedaan gender anak kita akan  MEMBEDAKAN CARA kita mengasuh mereka.

Mengapa?

Karena perbedaan gender yang telah Allah tetapkan sejak mereka masih dalam kandungan kita, menentukan PERAN UTAMA mereka sebagai manusia sejati di muka bumi.
Peran kelelakian dan peran keperempuanan.
Peran keayahan dan peran kebundaan.

Kita tentu meyakini bahwa tak ada yang sia-sia dalam semua ketentuan Allah ( QS 3:191).  Pun dalam penentuan jenis kelamin kita dan anak cucu keturunan kita.

Alquran menjelaskan secara gamblang bahwa memang BERBEDA cara mendidik anak perempuan dengan anak lelaki. Semua disesuaikan dengan keutamaan masing-masing. Allah telah titipkan  modal sesuai kebutuhan masing-masing. Itulahnya sebabnya, dalam ajaran Islam amalan-amalan utama tiap gender itu berbeda. Beda model, juga beda pahalanya

Hal penting dan mendasar seperti ini yang harus kita pahami terlebih dahulu.
Dan ini ranahnya di aqidah. Di keyakinan. Di hati. Baru bisa kita melangkah ke akal untuk mencoba lebih memahami dan mendapatkan hikmah.

Mari kita buka surah Ali Imran QS 3: 33-35. Ibundanya bunda Maryam curhat kepada Allah ketika ia kaget, 'ternyata' melahirkan seorang bayi perempuan. Padahal sejak tahu ia hamil,  ia bernazar hendak mewakafkan anaknya untuk agama Islam.

Ia berkata, " Ya Tuhanku, aku telah melahirkan anak perempuan." Padahal Allah tahu apa yang ia lahirkan, dan laki-laki tidak sama dengan perempuan . ( Ali Imran QS 3: 34)

Dalam Alquran, satu-satunya nama perempuan yang disebut adalah Maryam binti Imran. Ini menegaskan keutamaaan sosok seorang Maryam. Layaknya kita pahami lebih dalam tentang karakter seorang Maryam, sehingga kita bisa mengajarkan keutamaan itu kepada anak perempuan kita.

❓Lalu, bagaimana cara kita mendidik anak perempuan?

Pertama, pahami dahulu, apa amalan utama bagi  wanita dalam ajaran Islam?

Rasulullaah saw menjelaskan bahwa ada 4 amalan utama bagi kaum wanita beriman , yaitu :

1. Shalat  5 waktu tepat waktu ( QS 29:45)
2. Shaum di bulan Ramadhan
3. Menjaga kehormatan
4. Taat pada suami (yang sesuai syariat agama)
Barangsiapa menjaga keempat amalan itu, ia bisa masuk surga dari pintu manapun yang ia suka.
( HR Ibnu Hibban)  

Dari hadits di atas,  coba kita renungkan keistimewaan bagi kaum wanita yang Allah berikan. Betapa mudah jalan  kita untuk masuk surga, bahkan boleh memilih masuk dari pintu manapun yang kita suka?

Jika kita simak keempat amalan utama itu, dua amalan pertama berhubungan dengan Allah. Dan semua itu adalah amalan wajib bagi semua Muslim. Bayangkan, Allah begitu memudahkan kaum wanita 'hanya' diminta melakukan dua amalan wajib yang 'mudah' dilakukan oleh semua Muslim, namun sudah dijamin boleh masuk surga dengan keistimewaan memilih pintunya😍.

Ini petunjuk bahwa kaum wanita wajib paham aturan agama.  Agar ia bisa sukarela menjalani kewajiban dasarnya seb…
 
💞BA'DA MATERI💞

Salam kenal, saya Bunda Bidadari dari Silmi (ganteng mau 12 thn) dan 'Ulya ( cantik 10 thn 8 bulan)

Silmi sekarang kelas 6 SD di sekolah alam School of Universe Parung. InsyaAllah lulus SD mau tidak sekolah lagi..jadi di HS-kan. 'Ulya sdh full homeschooling sejak awal.
Pengalaman saya mendampingi mereka bertumbuh kembang hingga jelang baligh sekarang (skrg masa kritis yang bikin ngeri2 sedap😅🤭), membuat saya mensyukuri keputusan tepat ketika mereka masih sgt belia, untuk lsg membedakan cara mengasuh mereka.
Dan itu berhubungan lsg dg kurikulum personal masing2 dalam keseharian mereka.

syukur kita sbg umat muslim sdh memiliki contoh detil peninggalan para ulama terdahulu, yang berhasil membukukan langkah2 mendidik anak dari para nabi dan sahabat.
jadi, kita sekarang tinggal serius mencari, mempelajari dan mengikuti langkah2 sukses mereka saja.
ga perlu bikin metode2 baru lagi🤭

Ttg anak perempuan, di rumah, walau 'Ulya sdh saya bekali keterampilan mengurus rumah, namun dlm poin2 tertentu tetap Silmi yang saya latih untuk mengurus rumah.

Khusus 'Ulya,  saya sedang mendampinginya untuk memiliki keterampilan berkomunikasi yang baik..melalui aktivitas berorganisasi dg sesama HSer, juga dg tmn yang sekolah.

Lalu sedang saya bekali pendalaman  ilmu2 fiqih wanita sesuai usianya.

Seperti hari ini, saya baru mengantarkannya ikut kelas manasik haji bersama teman2 HSnya...
Juga 2  bulan lalu saya ikutkan kelas seksualitas dan pubertas untuk anak perenpuan.

Ini penting. Karena membahas fiqih thoharoh, juga fiqih gaul (baca: muamalah) yang hrs dia pahami.

Selain itu, untuk kemampuan komunikasi, ia saya ikutkan kelas literasi anak..agar kemampuan menulisnya terasah...

Ini adalah modal besar baginya untuk menjadi istri yang komunikatif dan ibu yang asyik diajak ngobrol ama anak.

Sejak usia 8 thn, ia mulai aktif membuka pustaka sendiri ktika kami i'tikaf.

Sejak usia 9 thn ia saya tambahkan 'peran' memegang kelas school on air selama bulan Ramadhan.

Dia bertugas membacakan buku2 pilihan ke warga di sktr rumah dg menggunakan sound system..Ia atur tmn2 nya yang bertugas baca apa dan kapan.

Ini akan melatih dirinya untuk mau membaca DAN membacakan buku ke orla. Modal dasar agar dia enjoy berkisah ttg isi Alquran dan sunnah  ke anak2nya kelak.

Selain itu, ia juga sudah mulai berjualan sejak usia 8 thn, untuk sedekah ke palestina

saya tekankan, anak wanita jika mau mencari uang, bukan untuk menafkahi diri sendiri, tapi untuk sedekah.

Karena nafkah dirinya sdh ditanggung oleh para walinya. dan ia hrs berusaha   memuliakan para wali agar mau menafkahi dirinya.

Sama spt bunda Khadijah ra, yang menyedekahkan seluruh hartanya untuk kepentingan dakwah Islam.

Bukan untuk menafkahi suami dan keluarganya..karena Nabi Muhammad saw adl lelaki mulia yang dilarang menerima sedekah dari siapa pun (apalagi dari istri ya🤭).

Prinsip berpikir yang benar ttg makna nafkah dan rezeki ini yang perlu dipahamkan sejak awal kepada anak.

Jadi kita tak salah jalan dlm mempersiapkan anak perempuan kita.