SIRAH NABAWIYAH : GUA TSUR



Sepenggal Kisah Hijrah
 

Sepanjang perjalanan Abu Bakar Ash Shiddiq berjalan sebentar di depan, terus pindah lagi ke kebelakang, terus kekiri dan kekanan hingga Rasulullah heran dan bertanya, "Apa yang engkau lakukan, wahai Abu Bakar?"
Abu Bakar menjawab, "Saya ingin mengelabui para pengintai yang mengikuti anda."

Sampailah mereka di Gua Tsur
Gua Tsur terletak di kaki gunung Tsur yang banyak dihuni oleh binatang buas dan berbisa seperti kalajengking dan ular. Tidak ada yang berani masuk kedalamnya.
Abu Bakar meminta Rasulullah untuk menunggu sebentar diluar. Beliau membersihkan gua tanpa memikirkan bahaya yang dihadapinya. Beliau merobek sidikit demi sedikit bajunya dan disumpalnya lubang-lubang yang ada. Saat memindahkan batu, seekor ular berbisa menggigit kaki Abu bakar.

Sakitnya bukan kepalang. Tapi ia tetap membersihkan dan menyilakan Rasulullah masuk.
Karena sangat kelelahan Rasulullah tertidur dipangkuan Abu Bakar. Saking sakitnya gigitan ular itu Abu Bakar sampai mengeluarkan air mata menahan sakit. Satu tetesan air mata beliau jatuh dan mengenai wajah Rasulullah. Rasulullah langsung terbangun.

"Mengapa engkau menangis wahai Abu Bakar?"
"Saya digigit ular ya Rasulullah"
"Mengapa tidak engkau katakan dari tadi?"
"Saya takut membangunkan engkau."

Begitulah kecintaan Abu Bakar pada Rasulullah. Rasulullah memeriksa luka Abu Bakar dan mengusapnya. Seketika itu lukanya sembuh dan tidak ada lagi rasa sakit.

Kemudian Rasulullah bertanya, "Kemana pakaianmu?" Abu bakar menceritakan semua yang terjadi. Rasulullah terharu dan berdoa, "Ya Allah, letakkanlah Abu Bakar kelak pada Hari kiamat pada derajatku"

Sementara itu...
Para pemuka Quraisy gemas, bagaimana Muhammad yang dikepung sedemikian rupa bisa lolos. Dikirimlah pasukan pengintai dengan pencari jejak yang paling lihai.
Saat pencari jejak melacak sampailah mereka keluar kota, satu kelompok pasukan mengikuti jejak itu sampai di Gunung Tsur, tapi jejak itu terputus disana.

Di luar gua si pencari jejak melihat ke mulut goa, tidak ada tanda-tanda bahwa seseorang datang kesana. Komandan pasukan itupun bertanya, "Apakah Muhammad masuk ke gua itu atau mendaki kepuncak?"

Pencari jejak itu menggeleng, "Saya tidak tahu" ,  "Tidak ada tanda-tanda bahwa seseorang masuk ke gua itu. Disana terdapat sarang laba-laba besar dan ada sarang burung merpati hutan, kalau Muhammad masuk kedalamnya pasti sarang laba-laba dan sarang merpati itu akan rusak."

Dari dalam gua, Abu Bakar sampai keringat dingin mendengarnya. Kalau saja pencari jejak itu menengok kebawah pasti mereka akan ketahuan.

Tapi Rasulullah menenangkannya, "Jangan takut Abu Bakar, Allah bersama kita"

Benar saja, para pencari jejak dan pasukan pengintai menjauh dan mencari Muhammad ketempat lain. Abu Bakar menarik nafas lega.
Laba-laba yang bersarang dimulut gua dan sarang burung merpati itu adalah bentuk pertolongan Allah. Mendadak ada sebatang pohon yang tumbuh dimulut gua sehingga menutupi sebagian jalan masuk.

Tiga hari tiga malam, Rasulullah tinggal di gua Tsur. Abdullah bin Abu Bakar dan Asma binti Abu Bakar menjalankan tugasnya dengan sangat baik. Setelah tiga hari,  kepanikan atas menghilangnya Muhammad sudah agak mereda. Saat itulah Abu Bakar dan Rasulullah berangkat ke Madinah.

( Sumber : Muhammad Teladanku jilid 5 Tanda-tanda Kemenangan )