SIRAH NABAWIYAH : THALHAH BIN UBAIDILLAH



-Syahid Yang Berjalan di Muka Bumi setelah kesyahidannnya-
Hari Itu semuanya adalah milik Thalhah. 
Begitu kenang Abu Bakar As Siddiq sambil menangis setiap kali mengingat kembali Perang Uhud.
Begitulah gambaran betapa pentingnya peran Thalhah dalam perang Uhud.
Saat itu,  pasukan ummat islam tercerai berai. 
Rasulullah saat itu terdesak di sebuah bukit bersama 12 orang sahabat dr Anshor dan Thalhah.
Pasukan kafir quraisy yg tahu dimana posisi Rosululloh saat itu kemudian memusatkan serangan ke posisi tersebut.
Saat semakin terdesak,  Rasul SAW berteriak dg lantang, 
"Siapa berani melawan mereka,  kelak dia akan menjadi tetanggaku di Surga".
Saat pasukan kaum muslimin sempat kocar kacir akibat serangan mendadak pasukan Quraisy setelah sebelumnya sempat unggul -dan membuat mereka terlena dg rampasan perang-
Thalhah menjadi tameng hidup bagi Rasulullah SAW.
Bergegas Thalhah memenuhi seruan ini.
Aku Ya Rasulullah.
Tapi Rasul SAW menahannya, 
tetap di tempatmu Thalhah.  
Setelah itu majulah salah seorang sahabat dari Anshor memenuhi seruan Rasul dan bertempur dg gagah berani sampai menemui kesyahidan.
Setelah itu kembali Rasul menyeru dg seruan yg sama,  
kembali Thalhah yg menjawabnya.
Tapi,  tetap Rasul SAW menahannya. 
Dan majulah kembali salah seorang sahabat Anshar lainnya dan kembali menemui kesyahidan.

Begitu berulang terus sampai ke 12 sahabat Anshar syahid
Tinggallah Thalhah seorang diri yang berada di posisi terdekat dg Rosululloh SAW saat itu.
Rasul dan Thalhah benar2 terkepung dr segala penjuru. 
Dibagian belakang mereka bukit, 
dan di bagian depannya sekumpulan pasukan lawan yang penuh nafsu angkara ingin melenyapkan sang Nabi.
Majulah Thalhah menyongsong serangan musuh yg bertubi2. 
Semuanya beliau hadapi demi melindungi Sang Junjungan Tercinta
Sekelompok pasukan Islam kemudian berhasil membelah kerumunan pasukan Quraisy yang mengepung Rasulullah dan Thalhah.  

Mereka kemudian juga berhasil memukur mundur pasukan Quraisy yang mengepung Rasulullah ini.
Rasul dan Thalhah benar2 terkepung dr segala penjuru. 
Dibagian belakang mereka bukit, 
dan di bagian depannya sekumpulan pasukan lawan yang penuh nafsu angkara ingin melenyapkan sang Nabi.
Di saat terdesak seperti ini, pasukan Ummat Islam kembali dapat terkonsolidasi.

Kembali mereka menemukan semangat juang mereka.

Kembali mereka berkumpul dan menyerbu pasukan Quraisy.
Thalhah bertempur dengan gagah berani. 
Menghadapi semua serbuan oanah, tombak dan pedang.
Tak sedikit serangan  yang mengenai tubuhnya.
Tapi dia menolak kalah. 
Luka yang begitu banyak itu tak membuatnya berhenti melindungi Rasulullah SAW.
Di akhir perang Uhud,  setelah pasukan Quraisy berhasil dipukul mundur,
para sahabat yang syahid dan terluka pun dievakuasi dan ditangani.
Bagaimana kondisi Thalhah Bin Ubaidillah saat itu?
Kesaksian Abu Bakar As Shiddiq saat itu, pada sekujur tubuh thalhah terdapat lebih dari 70 luka tusukan tombak,  sobekan oedang dan tancapan panah, dan ternyata jari2 tangannya juga putus.
Ya... Saya ulangi bagian ini...
Pada sekujur tubuh thalhah terdapat lebih dari 70 luka tusukan tombak,  sobekan pedang dan tancapan panah, dan ternyata jari2 tangannya juga putus.
 
Maka dari itu kita dapat memahami sabda Rasulullah SAW

Barang siapa ingin melihat seorang Syahid yang berjalan di Muka Bumi setelah kesyahidannya, 
maka lihatlah Thalhah Bin Ubaidillah
Begitulah salah satu contoh perjuangan Dan Pengorbanan para Sahabat Rasulullah SAW dalam menegakkan Kalimat Allah di muka bumi.

Pengorbanan yang begitu besar dalam membela Rasulullah SAW tercinta
 
Lalu bagaimana dg diri kita?
 
 Oleh : Ust. Bachtiyar Mj