SIRAH NABAWIYAH : PERIODE DAKWAH SIRRIYAH



ORANG-ORANG YANG PERTAMA MASUK ISLAM
 
 
Periode dakwah pertama setelah diutus Muhammad SAW sebagai Rasul adalah selama 3 tahun, Beliau berdakwah secara sembunyi-sembunyi. Hanya orang-orang terdekat yang beliau dakwahi, itupun dengan cara sembunyi-sembunyi. Orang-orang yang pertama masuk islam antara lain : Khadijah binti Khuwailid RA, Ali bin Abi Thalib, Zaid bin Haritsah (Mantan budak Rasulullah dan anak angkat rasulullah), Abu bakar bin Abi Quhafah, Utsman bin Affan, Zubair bin Awwam, Abdurrahman bin Auff, Sa'ad bin Abi Waqqash, dan lainnya.
 
Mereka ini bertemu dengan Nabi secara rahasia, apabila salah seorang dari mereka ingin melaksanakan salah satu ibadah, ia pergi ke lorong-lorong Mekah untuk bersembunyi dari pandangan orang-orang Quraisy. Ketika yang masuk Islam sudah lebih dari tiga puluh orang, Rasulullah memilih salah satu tempat tinggal dari mereka, yaitu Rumah Al Arqam bin Abil Arqam, sebagai tempat pertama untuk mengadakan pembinaan dan pengkaderan. Dakwah dengan metode ini menghasilkan sekitar empat puluh orang laki-laki dan perempuan. Kebanyakan mereka adalah budak, orang Quraisy dan keluarga Rasulullah yang tidak memiliki kedudukan.
 
Mengapa pada awal periode ini Rasulullah masih secara sembunyi-sembunyi? Ini tidak terlepas dari salah satu Siyasah Dakwah Rasulullah. Diantara alasannya :
  1. Karena kekuatan kaum muslimin belum besar. Jika secara terang-terangan berdakwah, pasti para pembesar Quraish akan langsung membantai kaum muslimin. Ini tentu tidak akan baik untuk perkembangan dakwah bahkan bisa membahayakan jiwa kaum muslimin dan Rasulullah.
  2. Karena perintah Allah setelah turun surat Al Muddatsir, Qum faandzir. Bangunlah dan berikanlah peringatan. Sehingga dari sini kemudian Rasulullah sadar bahwa beliau dipilih oleh Allah menjadi utusan Allah. Sehingga harus bertugas untuk berdakwah.

HIKMAH PARA ASSABIQUUNAL AWWALUUN
 
Sirah mencatat yang pertama kali masuk agama Islam, adalah dari golongan kaum alit, bukan orang berpengaruh di lingkungannya. Hampir setiap nabi mengalami seperti ini. Pun demikian dengan dakwah di masa kini. Bukankah yang tersentuh dakwah biasanya mereka yang biasa-biasa saja? Pejabat biasanya sibuk dengan jabatannya, yang kaya sibuk dengan asetnya, yang cantik sibuk dengan kecantikannya, yang sukses sibuk dengan kesuksesannya. Tidakkah kita perhatikan bagaimana Kaum Nabi Nuh mengejek Nuh karena pengikutnya hanya orang-orang kecil saja?
 
فَقَالَ ٱلْمَلَأُ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ مِن قَوْمِهِۦ مَا نَرَىٰكَ إِلَّا بَشَرًا مِّثْلَنَا وَمَا نَرَىٰكَ ٱتَّبَعَكَ إِلَّا ٱلَّذِينَ هُمْ أَرَاذِلُنَا بَادِىَ ٱلرَّأْىِ وَمَا نَرَىٰ لَكُمْ عَلَيْنَا مِن فَضْلٍۭ بَلْ نَظُنُّكُمْ كَٰذِبِينَ
 
"Maka berkatalah pemimpin-pemimpin yang kafir dari kaumnya: Kami tidak melihat kamu, melainkan (sebagai) seorang manusia (biasa) seperti kami, dan kami tidak melihat orang-orang yang mengikuti kamu, melainkan orang-orang yang hina dina di antara kami yang lekas percaya saja, dan kami tidak melihat kamu memiliki sesuatu kelebihan apapun atas kami, bahkan kami yakin bahwa kamu adalah orang-orang yang dusta."
 
Bukankah Musa juga dipandang remeh karena orang-orang lemah yang mau ikut dengan Musa? Bukankah kaum Tsamud memandang remeh Nabo Sholih karena hanya yang tertindas yang mau ikut dengan Nabi Shalih?
 
قَالَ الۡمَلَاُ الَّذِیۡنَ اسۡتَکۡبَرُوۡا مِنۡ قَوۡمِہٖ لِلَّذِیۡنَ اسۡتُضۡعِفُوۡا لِمَنۡ اٰمَنَ مِنۡہُمۡ اَتَعۡلَمُوۡنَ اَنَّ صٰلِحًا مُّرۡسَلٌ مِّنۡ رَّبِّہٖ ؕ قَالُوۡۤا اِنَّا بِمَاۤ اُرۡسِلَ بِہٖ مُؤۡمِنُوۡنَ
 
 
"Pemuka-pemuka yang menyombongkan diri di antara kaumnya berkata kepada orang-orang yang dianggap lemah yang telah beriman di antara mereka: “Tahukah kamu bahwa Shaleh di utus (menjadi rasul) oleh Tuhannya?”. Mereka menjawab: “Sesungguhnya kami beriman kepada wahyu, yang Shaleh diutus untuk menyampaikannya”.
 
Sesungguhnya hakikat setiap Risalah Rasul adalah menyerukan kepada ketuhanan kepada Allah dan bersih dari menuhankan manusia maupun kekuasaan. Yang paling gencar menolak biasanya adalah orang-orang besar dimasanya. Yang kehidupannya diselimuti dengan kekuasaan dan kemewahan. Adapun golongan bawah biasanya menerima dengan baik hadirnya risalah.
 
Hakikat ini tampak dengan jelas ketika Rustum, komandan tentara Persia pada perang Al Qodisiyah, dan Rub'i bin Amir, seorang prajurit biasa di jajaran Sa'ad bin Abi Waqas. Rustum bertanya kepadanya, "Apa yang mendorong kalian memerangi dan memasuki negeri kami?" Rub'i bin Amir menjawab, "Kami datang untuk mengeluarkan siapa saja dari penyembahan manusia kepada penyembahan kepada Allah semata.".
 
Selanjutnya Rub'i bin Amir melihat manusia sekelilingnya, dimana mereka menunduk seperti menyembah kepad Rustum. Kemudian Rub'i berkata "Selama ini kami mendengar tetnang kalian hal-hal yang mengagumkan. Tetapi aku melihat tidak ada kaum yang lebih bodoh dari kalian. Kami kaum muslimin tidak saling memperbudak satu dengan yang lain. Aku mengira kamu semua sederajat sebagaimana kami. Akan lebih baik jika kalian sekalian bilang bahwa sebagian dari kalian menjadi tuhan bagi sebagian yang lain."
 
Mendengar perkataan Rub'i, orang-orang yang tertindas di antara mereka saling berpandangan seperti orang yang baru tersadarkan kemudian berkata "Demi Allah, benar juga apa yang dikatakan orang arab ini." Namun bagi para pemimpin mereka ucapan Rub'i ini bagai halilintas yang menampar mereka dengan keras.
 
Akan tetapi bukan berarti keimanan orang yang tertindas tidak berasal dari keimanan yang sempurna, bahkan bersumber dari kesadaran tinggidan keinginan untuk bebas dari penindasan menuju ke kehidupan yang bebas hanya menyembah kepada tuhan saja.
 
PAra elite itu tidak mengikuti Rasulullah SAW adalah karena gengsi mereka yang tinggi, dan juga rasa malu. Contoh yang paling nyata adalah paman Nabi, Abi Thalib. Sementara kaum lemah dan tertindas dengan segera menjemput hidayah karena tidak ada yang  menghalanginya, baik gengsi maupun kesombongan. 
 
Demikian periode 3 tahun pertama yang dilalui Rasulullah SAW di kota Makkah.
 
===============================================================================
Disarikan dari Buku Sirah Nabawiyah
Dr. Muhammad Said Ramadhan Al Buthy
www.madeenamuslimstore.com
 
Pendaftaran
menjadi Agen Madeena Muslim Store di Kota anda.