Tasawuf : Jaga Lisan (PART 1)



Jaga Lisan, Agar Selamat (PART 1)
============================================
Oleh : Kang Samsul
Dari buku Qobas Nuur Min Ihyaa ulumuddin

 
 
Baginda nabi Muhammad SAW bersabda :
من صمت نجا
Artinya : "Barang siapa yang dapat mengendalikan lisannya, maka dia akan selamat. (HR. Attirmidzi No 2501)
 
Ibnu Hibban meriwayatkan sebuah hadist dengan sanad sahih bahwa Uqbah bin Amir RA pernah berkata "wahai Rasulullah,  apa yang menyebabkan keselamatan seseorang, Kemudian Rasulullah bersabda :
امسك عليك لسانك وليسعك بيتك وابك علي خطيئتك
Artinya : "Kendalikan lisanmu, senangkan hatimu untuk tinggal di dalam rumah, dan tangisilah dosa-dosamu" HT Tirmidzi no 2406.
 
Sahal bin Sa'ad RA berkata bahwa Baginda Rasulullah SAW bersabda :
من يضمن لي ما بين لحييه وما بين رجليه اضمن له الجنة
 
 Artinya : Barangsiapa yang dapat menjagalisan dan kemaluannya, maka aku jamin orang tersebut masuk surga." (HR. Bukhari 6474)
  
Rasulullah pernah ditanya "Yaa Rasulullah, apakah gerangan yang menyebabkan banyaknya manusia masuk ke dalam neraka? Beliau bersabda :
 
  الاجوفان : الفم والفرج
Artinya : "Yang menyebabkan manusia masuk ke dalam neraka adalah mulut dan kemaluan." (HR. Attirmidzi 2005)
 

Ibnu mas'ud RA meriwayatkan bahwa Rasulullah pernah bersabda :

ان اكثر خطاي ابن ادم في لسانه

Artinya : "Sesungguhnya kebanyakan dosa yang dilakukan umat manusia adalah dosa dari lisannya" (HR. Attirmidzi No 10446)

 

من كف لسانه سترالله عورته ومن ملك غضبه وقاه الله عذابه ومن اعتذر الي الله قبل الله عذره

Artinya : "Siapapun yang menjaga kejahatan lisannya, Maka Allah akan menutupi segala kekurangannya dan siapapun yang dapat menahan emosinya, maka Allah SWT akan menjauhkannya dari siksa-Nya dan siapapun yang selalu minta ampun kepada Allah SWT, maka Allah akan mengampuninya." (HR. Ibnu Abiddunya Kitab Shamthu Hal. 1)

Rasulullah bersabda :

من كان يؤمن بالله واليوم الاخر فليقل خيرا او ليسكت

Artinya : "Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka ucapkanlah tutur kata yang baik atau kalau tidak sebaiknya diam." (HR. Bukhori hadis 6475, Muslim 47).

Sayyidina Ibnu mas'ud RA berkata : "Tidak ada yang perlu dipenjara lebih lama daripada lisan".

Al Hasan RA berkata "Seorang tidak sempurna imannya jika ia tidak dapat menjaga lisannya".

Berikut ada beberapa macam keburukan lisan :

1. Bertutur Kata yang Sia-sia.

Waktu adalah hal paling berharga dan paling mahal yang tidak bisa dibeli oleh siapapun. Islam sangat menghargai waktu. Sampai Rasulullah bersabda :

من حسن الاسلام المرء تركه ما لا يعنيه

Artinya : "Sebaik-baik keislaman seseorang adalah ia meninggalkan sesuatu yang tidak berguna bagi dirinya." (HR. Attirmidzi hadis nomer 2317)

Maka sebaiknya tidak boleh ada yang keluar dari lisan kita, kecuali yang benar-benar bermanfaat. 

 

لَّا خَيْرَ فِى  كَثِيرٍ مِّن    نَّجْوَٮٰهُمْ  إِلَّا مَنْ  أَمَرَ بِصَدَقَةٍ  أَوْ  مَعْرُوفٍ    أَوْ    إِصْلٰحٍۭ  بَيْنَ النَّاسِ  ۚ    وَمَن  يَفْعَلْ ذٰلِكَ ابْتِغَآءَ مَرْضَاتِ اللّٰـهِ فَسَوْفَ نُؤْتِيهِ  أَجْرًا عَظِيمًا

“Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah, atau berbuat ma’ruf, atau mengadakan perdamaian di antara manusia. Dan barangsiapa yang berbuat demikian karena mencari keridhaan Allah, maka kelak Kami memberi kepadanya pahala yang besar.” (Annisa : 114).

 

2. Membicarakan Sesuatu yang Batil

Seperti orang yang membicarakan mengenai kemaksiatan, minuman keras, perzinaha, sehingga kita membayangkan maksiat itu. Sesungguhnya itu adalah percakapan yang tidak berguna.

Sahabat Ibnu Mas'ud berkata "Dosa terbesar bagi seorang di hari kiamat adalah seseoarng yang selalu membicarakan kebatilan."

di surat Al Muddatsir Allah berikan berita mengenai orang-orang yang di masukkan ke neraka Saqor. 

 وكنا نخوض مع الخا ءضين

Artinya : "Dan adalah kami membicarakan yang batil, bersama dengan orang-orang yang membicarakannya." (QS. AL Muddatstsir : 45)

dan juga firman Allah SWT di Surat Annisa ayat 140:

 فلا تقعدوا معهم حتي يخوضوا في حديث غيره انم اذامثلهم

Artinya : "Maka janganlah kalian duduk bersama mereka sehingga memasuki pembicaraan yang lain. Karena Sesungguhnya (jika engkau berbuat demikian) maka engkau sama dengan mereka." (Annisaa' : 140)

 

3. Membicarakan Sesuatu yang masih diperdebatkan.

Sebagaimana Sabda Rasulullah SAW :

من ترك المراء وهو محق بني له بيت في اعلى الجنة ومن ترك المراء وهومبطل بني له في ربض الجنة

 

Artinya : "Barang siapa yang meninggalkan perdebatan, maka dia berhak dibangunkan rumah di surga tertinggi, dan barang siapa yang meninggalkan perdebatan yang batil, maka dibangunkan untuknya rumah di tengah-tengah surga." (HR. Attirmidzi 1993).

Rasulullah juga bersabda :

ما ضل قوم بعد ان هداهم الله تعالى الا اوتوالجدل

Artinya : "Tidaklah ada seorang yang sesat setelah seorang diberi petunjuk oleh Allah, kecuali orang-orang yang suka berdebat." (HT. Tirmidzi No 3253)

 Sayyidina Umar bin Khatab berkata :"Janganlah engkau mempelajari ilmu untuk tiga perkara, dan jangan meningglakannya untuk tiga perkara, Yaitu jangan mempelajari ilmu untuk berdebat, untuk berbangga-bangga, dan untuk riya. Dan jangan pula meninggalkannya karena malu mencarinya, atau karena tidak ingin mencarinya, dan telah puas dengan ilmu yang telah diketahui.

Adapun batasan membantah adalah jika seseorang tidak mau menerima pendapat orang lain dengan cara menunjukkan kekurangannya atau dengan cara menunjukkan kekurangan artinya atau maksudnya. 

Adapun meninggalkan perdebatan adalah karena meninggalkan kemungkaran dan berpaling daripadanya.  Jika engkau mendengarkan kebenaran dari orang lain maka sebaiknya terimalah dengan baik. Jika ucapannya tidak benar atau dusta, sebaiknya engkau diamkan.

4. Bermusuhan

 Hasil dari perdebatan adalah permusuhan. Seperti diriwayatkan dari Aisyah, Rasulullah pernah bersabda:

ان ابغض الرجال الى الله الا لدالخصام 

Artinya : "Sesungguhnya orang yang paling dibenci oleh Allah adalah orang yang suka memusuhi pendapat orang lain". (HR. Bukhari 2457)

Jika seseorang mampu mendebat orang lain dan itu benar, maka sebaiknya ia bersikap diam saja karena hal itu lebih selamat daripada berdebat yang tidak ada faedahnya. 

Karena orang yang pendapatnya dibantah, maka ia akan sakit hati adakalanya ketika ia shalat maka ia akan sibuk memikirkan lawan debatnya.

 

BERSAMBUNG......