Quran : Al Quran Itu Cahaya Yang Tampak



AL Quran Itu Cahaya

Catatan indah dari Makkah AL Mukarromah
Oleh : Andi Wisnu, Lion Air Crew
 
 
Saya adalah salah satu tamu Allah yang berangkat karena sedang tugas di tanah suci. Jadi saya adalah Umroh Abidin, atas biaya dinas, hehe. Saya sedang bertugas untuk menghandle keberangkatan jamaah Umroh yang landing di Jeddah, yak,saya adalah crew pesawat Lion Air. 
 
Di sela-sela jam kosong, kadang saya isi dengan ber umroh atau sekedar ke Masjidil Haram untuk sholat di sana. Qodarullah khoir, Januari 2019 ini saya bisa ke Masjidil haram, dan bertemu dengan kakak angkatan saya dan sahabat saya ketika di pesantren. Beliau sedang menjadi pembimbing ibadah umroh di salah satu biro terbesar di Indonesia, PT. Arminareka Perdana. Pertemuan singkat itu diawali dari saya yang melihat status beliau sedang di tanah suci, kemudian saya japri beliau "Insyallah kita bisa ketemu pas di Mekah awal Januari nanti mas".
 
Alhamdulillah, kami bisa bertemu, saat itu sedang sholat dhuhur. Bakda dzuhur, kami janjian untuk bertemu. Ustadz Samsul, atau dulu ketika di pondok saya biasa panggil Kang Samsul, selalu tau bagaimana menjamu tamu. Yaa, saat ini saya adalah tamu beliau, karena beliau lebih lama di sini. Beliau ajak saya untuk makan siang bersama di Restoran Indonesia yang bekerja sama dengan Biro beliau. Restoran dengan menu Indonesia, prasmanan, dan rasa nya masih taste Indonesia banget, membuat makan siang kali itu istimewa.
 
Setelah itu kami belanja sedikit keperluan dan oleh-oleh di Abraj (salah satu mall di al haram), kemudian ke kamar beliau untuk naruh tas dan kami kembali ke Masjid untuk Sholat Ashar,  Nongkrong dan ngobrol bersama. Kami bertemu dengan jamaah dari Pakistan, dengan bahasa inggris nya yang sangat terbatas kami coba untuk berkomunikasi. Kemudian kami diperkenalkan dengan ayahnya, yang menurut dia mungkin lebih bisa berkomunikasi karena sering dakwah atau khuruj
 
Ternyata benar, ayah beliau bernama Abduroohman, seorang yang sudah terlihat tidak muda lagi. Namun pengalamannya berdakwah sudah sampai mana-mana. Tak heran jika bahasa Inggrisnya lebih bagus daripada anaknya. Yang bikin saya heran, sesaat setelah beliau berkenalan, kemudian beliau nunjuk ke Kang Samsul, "Yu hafiz? Right?". Dengan reflek saya dan Kang Samsul saling berpandangan, dan keheranan. Kemudian saya tanya ke dia "How could you know he's Hafiz?". Kemudian dia menjawab "From Nuur, Nuur from him self.". Dia bilang dari cahaya temanmu ini. Saya merinding mendengar ucapan Mbah Abdurrahman ini. Segitunya ya dia bisa tau tentang itu, padahal kami baru bertemu. 
 
Kejadian itu membuat saya berkesan. Ternyata Quran adalah cahaya nyata dalam hidup kita. Setelah itu kami ngobrol ringan sambil ngemil, camilan dari Pakistan yang rasanya aneh menurut kami. Kemudian, karena beliau sudah tau Kang Samsul hafal Quran, kami tidak mau sia-siakan moment. Kami ajak mereka untuk semaan Quran di Masjidil Haram, dan tentu dia tidak menolak. Pikir saya kapan lagi bisa semaan di Masjidil Haram dengan Kang Samsul. Yah itung-itung nostalgia saat di Pesantren dulu kami sering semak-semakan Quran, walaupun beda tipis, saya hanya Juz 30, Kang Samsul 30 Juz, cuma dibolak balik, hehe, beda tipis kan? :)
 
Setelah Sholat maghrib, kami tutup dengan makan Nasi Mandhi di lorong Bawah Shofwah Tower, bersama sahabat Kang Samsul juga, seorang Dokter dan Kepala Cabang PT. Arminareka Perdana Makassar, Drg. Syafaat. 
 
Hikmah yang bisa kita ambil adalah :
- Quran itu cahaya, bahkan bisa terlihat oleh orang yang bersih dan jernih hatinya, tidak percaya? Buktikan saja.
- Saya menyesal kenapa dulu mondoknya nggak tuntas, maka yang masih ada usia, yang masih mondok, hafalkan Quran. Quran adalah sahabat yang paling setia bukan hanya di dunia, tapi di akhirat juga, percayalah!
- Ambil momen-momen terbaik bersama sahabat mu di tempat terbaik. Insya Allah momen-momen saya bersama Kang Samsul yang hanya beberapa jam, akan selalu saya kenang, Semaan bareng, makan bareng, ngobrol bareng, sholat bareng di tempat paling mulia, Masjidil Haram.
 
Setelah Isya, kamipun berpisah, Kang Samsul mengantar saya sampai tempat mawaqif dimana saya bisa mencari taksi untuk kembali ke Jeddah. 
 
Terima Kasih Kang Samsul
Terima Kasih PT. Arminareka Perdana
Terima Kasih Lion Air
Terima Kasih Allah
 
Alhamdulillah.